Text
Sebutir Debu di Kaki Ka'bah
Ini kisah perjuanganku menuju Ka'bah, rumah ALlah yang suci di kota Mekah. Mungkin bagi sebagian orang, kisahku ini termasuk ironi, tapi ak masih punya akal dan hati untuk menakar batas sebuah kesalahan dan kebenaran. Maka ak membulatkan tekad, menebalkan muka, menguatkan hati, membesarkan jiwa untuk berhutang demi membayar uang pangkal pendaftaran ke tanah suci. . Jika tidak nekad seperti itu, manalah mungkin ak yang lahir dan besar dlm keluarga miskin di negera Indonesia mampu membiayai perjalanan ke Mekah. . Demi mencapai Ka'bah, pontang panting aku bekerja! Berpanas, berhujan, mempertahankan semangat diantara tetes keringat dan air mata. Kutangguhkan segala penghinaan orang-orang, kutepiskan segala ejekan atau tuduhan yang menyakitkan hati. . Ketika akhirnya aku berhasil lepas dari kemiskinan dan punya uang yang cukup untuk berangkat ke tanah suci, belapis-lapis masalah datang menghalangi langkahku menuju Ka'bah, hingga akhirnya salah seorang yang kucintai meninggal dunia tanpa sempat melihat kesuksesanku. Apakah aku akhirnya berhasil mencapai Ka'bah?? Silahkan temukan jawabannya di novel ini.
Tidak tersedia versi lain